13 Januari 2018 | Internasional

Dua Remaja Palestina Ditembak Tentara Israel

RAMALLAH- Dua remaja Palestina tewas setelah bentrok dengan tentara Israel di Jalur Gaza dan di kawasan pendudukan di Tepi Barat, Jumat (12/1). Keduanya ditembak oleh tentara saat melakukan aksi unjuk rasa untuk memprotes pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Amir Abu Musaid yang masih berusia 16 tahun ditembak di dekat perbatasan Gaza.

Militer Israel mengatakan pihaknya melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa karena dianggap membahayakan mereka. Sedangkan seorang pemuda lainnya yang juga berusia 16 tahun, Omar Qadous, ditembak di sebuah wilayah yang terletak antara Desa Irak Burin dan Til, di bagian utara Tepi Barat. Militer Israel mengatakan terpaksa menembak karena para demonstran melakukan ”serangan lemparan batu”.

Tetapi pejabat otoritas Palestina, Ghassan Daghlas, mengatakan kepada kantor berita Wafa bahwa tentara Israel yang berada di pos pemeriksaan melepaskan tembakan ”tanpa alasan apapun”. Kantor berita Maan mengutip sumber setempat yang mengatakan bahwa tembakan dilepaskan oleh penembak jitu ketika terjadi demonstrasi menentang pembatasan aktivitas warga di wilayah tersebut.

Kebijakan pembatasan itu dilakukan setelah tentara Israel mencari orang-orang bersenjata yang membunuh seorang pemukim Israel pada Selasa (9/1) malam lalu. Raziel Shevach, seorang rabi berusia 35 tahun dan ayah dari enam orang, ditembak berulang kali saat dia berkendara di jalan raya di dekat pos terdepan Havat Gilad.

Puji Serangan

Tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab di balik serangan tersebut, namun kelompok militan Hamas dan Jihad Islam memuji serangan tersebut. Sedikitnya 16 warga Palestina dan seorang warga Israel terbunuh sejak 6 Desember lalu, ketika Presiden AS Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan menyatakan akan memindahkan kedutaannya ke kota itu.

Empat belas orang Palestina terbunuh dalam bentrokan dengan tentara Israel, sementara dua orang tewas akibat serangan udara Israel yang dilakukan sebagai tanggapan atas tembakan roket dari Gaza. Status kota merupakan persoalan pelik sekaligus masalah utama konflik Israel-Palestina. Israel menganggap Jerusalem sebagai ibu kota mereka yang ”abadi dan tak terbagi”, sementara Palestina mengklaim Jerusalem Timur yang diduduki Israel dalam perang Timur Tengah 1967 sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.

Klaim kedaulatan Israel atas Jerusalem tidak pernah diakui secara internasional. Sesuai kesepakatan perdamaian Israel- Palestina 1993, status terakhir Jerusalem akan dibahas dalam perundingan damai tahap akhir.(bbc-25)

Berita Lainnya