image

Foto: Yuri Maltsev / AFP / Getty Images

17 April 2018 | 07:30 WIB | Liga Inggris

Mourinho Masih Yakin dengan Kemampuannya Sebagai Manajer

MANCHESTER, suaramerdeka.com- Kendati gagal mengantarkan Manchester United jadi juara Premier League, selama dua musim, Jose Mourinho belum hilang keyakinan akan kemampuannya sebagai manajer. "Saya yakin dengan pekerjaan saya, itu pasti. Saya tak punya alasan untuk tidak yakin. Delapan titel (liga) adalah delapan titel dan tiga (titel) Premier League adalah tiga Premier League," ujar Mourinho seperti dikutip Sky Sports.

Musim ini, satu-satunya peluang MU di liga adalah menjadi runner-up karena gelar Premier League sudah direbut Manchester City. Kekalahan 0-1 dari West Bromwich Albion membuat MU tak lagi mungkin mengejar raihan poin City dengan lima pertandingan tersisa.

Andai berhasil menjadi runner-up, MU sudah meningkatkan pencapaian mereka dibandingkan musim lalu, ketika mereka cuma finis di posisi keenam. Namun tentu, MU akan menuntut lebih jika mempertimbangkan nama besar dan sejarah klub serta besarnya dana yang sudah digelontorkan di bursa transfer.

Mourinho diharapkan mampu memberikan gelar Premier League, sesuatu yang tak pernah dimenangi oleh MU sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. Pria asal Portugal itu masih yakin dirinya adalah orang yang tepat untuk memenuhi harapan tersebut. Untuk meyakinkan publik, dia mengungkit lagi prestasinya sebagai manajer. "Terakhir kali saya menjuarai Premier League bukan 20 tahun lalu, tapi tiga tahun lalu (bersama Chelsea). Saya tahu bagaimana caranya jadi juara," tambahnya.

Selain masih yakin dengan kemampuannya, Mourinho juga menuntut para pemain MU untuk konsisten di sepanjang musim. Menurutnya, kalau performanya masih naik-turun, MU tak akan pernah jadi juara.

"Saya yakin kepada diri saya, tapi saya tak bermain. Dengan pengalaman saya, Anda tak memenangi titel dengan inkonsistensi. Tentu saja Anda memenangi titel dengan kualitas, tanpa itu Anda tak punya peluang, tapi Anda juga memenangi titel dengan konsistensi. Konsistensi di tiap level, bukan cuma level performa, tapi juga mental, dari hari ke hari, segalanya harus konsisten sampai hari terakhir. Jadi, salah satu hal yang harus kami benahi adalah konsistensi," ujar mantan pelatih Real Madrid dan Inter Milan itu.

 

(Andika Primasiwi /DS /CN26 )