image

BANTU KORBAN: Ketua Baznas Kota Magelang, Mansyur Siraj didampingi Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyerahkan bantuan kepada Mulyono, korban kebakaran di Kampung Tidar Campur. (suaramerdeka.com/Asef F Amani)

17 April 2018 | 20:42 WIB | Suara Kedu

Baznas Bantu Korban Kebakaran

MAGELANG, suaramerdeka.com– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Magelang menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta kepada Bejo Mulyono, korban kebakaran yang terjadi di Kampung Tidar Campur, beberapa waktu lalu. Bantuan diterima langsung Mulyono di ruang kerja Wali Kota Magelang, Selasa (17/4).

Tidak ketinggalan, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito ikut membantu Rp 10 juta untuk meringankan beban korban yang merupakan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Magelang itu. Bantuan ini wujud kepedulian Baznas dan Pemkot terhadap warga yang tertimpa musibah. “Sebagai awalan, saya secara pribadi membantu korban untuk digunakan sebagai modal perbaikan rumahnya,” ujar Sigit di sela penyerahan bantuan.

Sigit mengatakan, Pemkot Magelang telah berkomitmen untuk meringankan beban warga ketika tertimpa musibah. Bantuan ini dinilainya jelas tidak cukup, melihat kondisi rumah korban yang hampir habis terbakar si jago merah. “Tapi yang pasti, ini adalah pancingan, supaya masyarakat juga bergerak dengan membantu meringankan beban sesama saudara," katanya, didampingi Sekda Sugiharto, Asisten 2 Joko Budiyono, dan pejabat terkait.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Magelang, Mansyur Siraj menuturkan, pihaknya memberikan bantuan dengan diambil dari uang zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Magelang. Peruntukan zakat itu ada delapan, salah satunya untuk korban musibah bencana seperti ini.

“Juga diperuntukkan bagi fakir, miskin, orang berhutang, mualaf, ibnu sabil, fisabilillah, dan amil," tuturnya.

Saat menerima bantuan ini, Mulyono mengaku sangat senang dan berterima kasih. "Bantuan ini sangat berguna sekali bagi saya. Dengan bantuan ini, saya bisa menempati lagi rumah saya, mensupport saya supaya bisa bangkit dan tetap semangat lagi," ungkapnya.

Saat ini, Mulyono mengaku masih tinggal di rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dengan rumahnya. “Sebenarnya saya tidak enak merepotkan dan tinggal di rumah orang tua, tapi ini untuk sementara saja. Ketika rumah sudah jadi, saya akan menempati rumah kembali," akunya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Rw 1 Kampung Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan, Sugiarto menjelaskan, tim percepatan pembangunan telah dibentuk dengan dirinya sebagai koordinator. Proses pembangunan kembali rumah Mulyono pun sudah dimulai. “Hari ini (kemarin, red), pembangunan sampai tahap peletakan batu pertama dan dilanjutkan pemasangan pondasi," jelasnya, yang menyebutkan tenaga kerja melibatkan berbagai pihak dari warga sekitar hingga alokasi tenaga dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). 

(Asef Amani /SMNetwork /CN40 )

NEWS TERKINI