image

foto: istimewa

14 Februari 2018 | 00:06 WIB | Solo Metro

Warga Minta Percepatan Ganti Rugi

  • Pembebasan Tanah Waduk Pidekso

WONOGIRI, suaramerdeka.com- Sejumlah warga terdampak pembangunan Waduk Pidekso, Kabupaten Wonogiri meminta proses pembayaran tanah segera direalisasikan agar warga bisa membongkar atau memindahkan rumah mereka.

Sadimin, warga Desa Tukulrejo mengatakan, beberapa warga belum berani membongkar dan memindahkan rumah karena belum menerima pembayaran. Terlebih, harga tanah di sekitar calon bendungan tersebut juga ikut naik. "Belum dibayar ya belum berani pindah," katanya, baru-baru ini.

Juru Bicara Divisi Eksternal Forum Masyarakat Peduli Tanah Kelahiran Tiga Desa (Formastri), Eko Budiharto, meminta pemerintah memperbarui komitmen. Sebab, skema yang disepakati pada awalnya adalah progres pembangunan fisik harus beriringan dengan pemberian ganti rugi pembebasan tanah. "Kami minta jaminannya berwujud surat komitmen bersama," ujarnya.

Selain itu, dia meminta pemerintah memberikan pendampingan psikologis terhadap warga. Sebab, psikologi warga bisa terpengaruh apabila pembangunan fisik dilangsungkan sementara pembayaran tanah belum dilaksanakan.

Menanggapi hal itu, Bupati Wonogiri, Joko ‘’Jekek’’Sutopo menyatakan, siap berkomitmen. Bahkan, siap menandatangani surat komitmen dan menjamin seluruh bidang tanah yang terdampak pembangunan Waduk Pidekso akan dibayar sesuai hak-haknya.

Proses pemberkasan tanah sudah selesai menurut versi Formastri, kepala desa, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, dan PT Pembangunan Perumahan (PP). Namun, pemberkasan itu masih harus dikoreksi akhir oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Rumah dan pekarangan memang diprioritaskan untuk dibayar. Tetapi jika berkasnya belum lengkap, pemerintah belum berani membayar ganti rugi. "Yang dibayar adalah yang sudah di-review BPKP. Kalau belum ya tidak bisa dibayar, meski pun lokasinya di tapak bendungan," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat akan membangun Waduk Pidekso di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Rencananya, puncak bendungan akan dibangun sepanjang 383 meter, tinggi bendungan utama 44 meter, dan lebar puncak bendungan 10 meter.

Areal genangan 332 hektare yang mencakup tiga desa, yakni Pidekso dan Tukulrejo (Kecamatan Giriwoyo) serta Sendangsari (Kecamatan Batuwarno). Jumlah lahan terdampak sekitar 1.643 bidang dengan luas 332 hektare. Ada pun yang telah dibayar 411 bidang.

(Khalid Yogi /SMNetwork /CN40 )