image

Sejumlah personel Unit Dalmas Satsabhara Polres Wonosobo mengevakuasi pohon peneduh yang roboh menggunakan gergaji mesin Sabtu (13/1) pukul 14.15. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

13 Januari 2018 | 22:43 WIB | Suara Kedu

Angin Kencang Robohkan Pohon Peneduh di Jalan R Sumendro Wonosobo

WONOSOBO, suaramerdeka.com- Diterpa angin kencang, sebuah pohon peneduh berdiameter 35 centimeter di Jalan R Sumendro Wonosobo roboh melintang di jalan, Sabtu (13/1) pukul 14.15 WIB. Beruntung saat kejadian tidak ada pengendara yang melintas, sehingga tidak menimbulkan korban. Meski pun demikian, hampir setengah jam jalan protokol tersebut ditutup petugas Satlantas Polres Wonosobo.

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras, melalui Kasatsabhara, AKP Agus Priyono menyebutkan, kejadian pohon roboh tersebut terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Saat itu ada anggota Satlantas yang sedang berpatroli dan mengetahui adanya kejadian tersebut, sehingga langsung menghubungi Satsabhara. Sejumlah personel Unit Dalmas Satsabhara Polres Wonosobo diterjunkan mengevakuasi kayu tersebut menggunakan gergaji mesin. 

"Tidak berlangsung lama, kami langsung memotong-motong pohon tersebut menggunakan gergaji mesin dan menyingkirkannya ke tepi jalan. Setengah jam setelah dievakuasi, jalur yang tertutup pohon peneduh jalan yang tumbang dan menutup jalur akhirnya kembali dibuka. Kami sedikit mengalami kendala karena pohon berdiameter sekitar 35 centimeter itu mengenai kabel telepon. Yang penting sekarang jalan sudah bisa dilewati lagi,” terangnya.

Disinggung mengenai kerawanan kejadian serupa di wilayah Wonosobo, pihaknya meminta warga masyarakat untuk lebih hati-hati. Mengingat kondisi saat ini masih terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan sering. “Ada beberapa pohon peneduh utamanya di wilayah kota Wonosobo yang berusia tua, sehingga rawan patah mau pun roboh. Oleh karenanya, masyarakat agar lebih waspada," imbaunya.

Pihaknya juga mengaku siap membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti halnya saat terjadi bencana. Wonosobo dinilai menjadi daerah rawan bencana, sehingga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pihaknya akan selalu siap siaga bencana. "Jika ada kejadian semacam ini, langsung saja laporkan kepada kami. Ini juga ada laporan rumpun bambu yang merobohi jaringan listrik. Namun akan kami cek terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Sarno, salah seorang saksi mata mengungkapkan, penyebab kejadian tersebut karena bagian pohon tersebut sudah lapuk. “Sebelum kejadian tersebut juga ada angin kencang dan tiba-tiba pohon itu roboh begitu saja. "Kayanya pohon sudah keropos, jadi saat terkena angin malah roboh. Tadi juga sempat ada angin berhembus cukup kencang dan langsung roboh menimpa kabel dan melintang di jalan. Untung saja jalan tidak sedang ramai pengendara,” katanya. 

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN40 )