image

NOTA KESEPAHAMAN : Delegasi Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama dengan Ministry of Education Taiwan foto bersama usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama, di Taiwan. (Foto suaramerdeka.com/dok)

12 Januari 2018 | 23:14 WIB | Suara Pantura

Stikes Muhammadiyah Mou dengan 21 Universitas di Taiwan

  • Percepat Internasinalisasi

KAJEN, suaramerdeka.com- Sebagai langkah untuk mempercepat internasionalisasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Pekajangan menjalain kerja sama dengan 21 perguruan tinggi dari Taiwan.

Ke 21 perguruan tinggi asal Taiwan yang menjalin kerja sama dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Mou DI ANTARANYA Asia University, Univesity of Taipe, Fae Yun Univesity, Hsing Cun University, Cheng Hua Universiy dan lainnya. 

Adapun program studi yang dikerjasamakan dadalah program studi kebidanan, keperawatan, farmasi dan fisioterapi. Kegiatan  kerja sama ini merupakan  tindak lanjut PP Muhammadiyah memenuhi undangan Ministry of Educatoin Taiwan.
 
Delegasi dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Diktiktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Lincolyn Arsyad M.Sc. dan diikuti Prof. Dr.  Edy Suadi Hamid, M.Ec. (wakil ketua) dan Pro Suyuti, M.Pd. Med. Ph.D.(sekrertis)  di ikuti juga 20 rektor dan empat Ketua Sekolah Tinggi salah satunya Ketua Stikes Muhammdiayah Pekajangan Dr. Hj. Nur Izzah Priyogo, SKp.M.Kes.

Ketua Stikes Muhammadiyah Pekajangan, Nur Izah Priyogo menuturkan, kegiatan ini merupakan upaya  kongkrit  Muhammadiyah dalam  meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya  di Perguruan Tinggi Muhammadiayah namun juga  membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan  di Indonesia. 

Undangan dari Ministry of Educatoin Taiwan, kata dia,  merupakan wujud kepercayaan  pendidikan tinggi di luar negeri khususnya Taiwan terhadap perguruan  Tinggi Muhammadiyah. "Taiwan dikenal sebagai negera dengan  kualitas sumberdaya manusia  dan teknologi yang diperhitungkan serta didukung oleh pendidikan tinggi yang berkualitas," katanya dalam siaran pers yang dikirim ke Suara Merdeka.

“Kualitas sumberdaya manusia  merupakan hal yang krusial dalam pengelolaan perguruan tinggi. Bila saat ini pendidikan minimal dosen adalah S2, maka 5-10  tahun kedepan dimungkinkan pendidikan dosen minimal adalah S3. Sebagai mana sudah diterapkan di beberapa negara Asia.  Maka  setelah penanda tangan MoU ini diharapkan Stikes Muhammadiyah Pekajangan  akan  menindaklanjutinya dengan pengiriman tugas belajar dosen,  pelatihan dosen, dan kerjasama riset” imbuhnya 

Selain itu, kunjungan ke Taiwan selama enam hari yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga dilakukan dalam rangka percepatan internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah.

(Agus Setiawan /SMNetwork /CN19 )